Munadi

Hari ini, Rabu, 30 September 2026, ada pengalaman sederhana yang ingin saya catat di Catatan Munadi. Sebuah momen ketika saya sedang menunggu orderan GoSend, lalu hujan akhirnya turun setelah sekian lama cuaca terasa kering.

Saat itu saya sedang berada di sekitar Masjid Nurul Hidayah, Jalan Gempol Raya, RT.001/RW.010, Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten 15144.

Sekitar pukul 14.30 WIB, hujan mulai turun dengan intensitas sedang. Setelah sekian lama jarang merasakan hujan, turunnya air dari langit pada siang itu menjadi bagian dari cerita kecil dalam perjalanan saya mencari rezeki sebagai pengemudi ojek online.

Menunggu Orderan GoSend di Masjid Nurul Hidayah

Seperti hari-hari biasanya, saya menjalani aktivitas sebagai pengemudi GoSend dengan menunggu orderan yang masuk melalui aplikasi Gojek Driver.

Kali ini, saya sedang berada di sekitar Masjid Nurul Hidayah di kawasan Kunciran, Kota Tangerang. Sambil menunggu pesanan, saya memperhatikan keadaan sekitar dan berharap ada orderan yang bisa dikerjakan.

Namun, sekitar pukul setengah tiga siang, cuaca berubah ketika hujan mulai turun.

Hujan dengan intensitas sedang itu membasahi jalanan. Suasana yang sebelumnya terasa kering pun berubah. Bagi pengemudi yang mengandalkan sepeda motor untuk bekerja, kondisi seperti ini tentu perlu diperhatikan karena hujan dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.

Mematikan Aplikasi Gojek Driver Saat Hujan Turun

Ketika hujan sedang turun, saya memutuskan untuk mematikan aplikasi Gojek Driver terlebih dahulu.

Keputusan ini saya ambil agar bisa berhenti sejenak dari aktivitas mencari orderan dan tidak perlu terburu-buru mengambil pesanan ketika kondisi cuaca sedang kurang mendukung.

Sebagai pengemudi GoSend, waktu menunggu orderan merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari. Terkadang pesanan datang ketika kita sedang siap bekerja, tetapi ada pula saatnya kita harus menunggu tanpa mengetahui kapan orderan berikutnya akan masuk.

Ketika hujan turun, keadaan bisa menjadi berbeda. Jalanan yang basah mengharuskan kita lebih berhati-hati. Karena itu, bagi saya, tidak ada salahnya berhenti sejenak dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

Mematikan aplikasi untuk sementara juga menjadi pilihan agar saya bisa beristirahat sambil menunggu hujan mereda. Setelah situasi memungkinkan dan kondisi jalan dirasa aman, aktivitas mencari orderan bisa dilanjutkan kembali.

Hujan Setelah Lama Cuaca Terasa Kering

Ada hal sederhana yang terasa dari kejadian hari ini. Setelah sekian lama cuaca terasa kering dan hujan jarang turun, akhirnya hujan kembali membasahi kawasan tempat saya menunggu orderan.

Mungkin bagi sebagian orang, hujan pada siang hari merupakan kejadian biasa. Namun, ketika kita menjalani aktivitas di luar ruangan hampir setiap hari, perubahan cuaca seperti ini menjadi sesuatu yang cukup berarti.

Hujan bisa membawa kesejukan, tetapi sekaligus mengingatkan kita bahwa pekerjaan di jalanan membutuhkan kesiapan untuk menghadapi berbagai keadaan.

Panas matahari, jalanan yang ramai, waktu menunggu orderan, hingga hujan yang datang tiba-tiba merupakan bagian dari pengalaman sehari-hari sebagai pengemudi ojek online.

Semua itu mengajarkan saya untuk lebih sabar, berhati-hati, dan tidak selalu memaksakan diri ketika keadaan tidak memungkinkan.

Catatan Kecil dari Kunciran, Kota Tangerang

Pengalaman hari ini mungkin terlihat sederhana. Saya hanya sedang menunggu orderan GoSend di sekitar Masjid Nurul Hidayah, kemudian hujan turun sekitar pukul 14.30 WIB dengan intensitas sedang. Setelah itu, saya mematikan aplikasi Gojek Driver untuk sementara.

Namun, saya ingin menyimpan cerita ini sebagai bagian dari perjalanan hidup sehari-hari.

Tidak semua cerita harus berupa perjalanan jauh atau peristiwa besar. Terkadang, pengalaman singkat di satu tempat pun layak diabadikan karena menjadi bagian dari perjalanan kita dalam mencari rezeki dan menjalani kehidupan.

Melalui Catatan Munadi, saya ingin merekam kejadian-kejadian seperti ini agar suatu hari nanti bisa dibaca kembali sebagai kenangan.

Semoga setiap langkah dalam mencari rezeki selalu diberi kelancaran, kesehatan, dan keselamatan. Sebab, selain mendapatkan penghasilan, bisa pulang dengan selamat juga merupakan hal penting yang patut disyukuri.

Catatan Munadi — cerita, ide, dan inspirasi dari kehidupan sehari-hari.


Munadi
Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria

Alhamdulillah, pesanan saya yang berupa Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria sudah tiba di rumah hari ini pada pukul sekira 17.30. Sepatu berukuran 39 ini saya beli secara online dari Distro Bandung Official Shop (distrobdg.) melalui Shopee.

Harga sepatu bermerek Varka tersebut saat itu adalah Rp 126.000 Rp 99.999. Produk ini kala itu memang sedang didiskon dan masuk dalam program FLASH SALE. Namun, sekarang harganya sudah berubah meskipun masih terdapat potongan harga dengan persentase yang lebih kecil.

Saya memesan barang ini pada 9-12-2017 14:25 dengan nomor pesanan 7120915255KCJU. Lalu, saya membayarnya menggunakan mBanking BNI pada 14:28 di hari yang sama. Sedangkan penjual tercatat melakukan pengiriman pada 10-12-2017 13:30.

Sementara itu, layanan pengiriman yang saya pilih adalah JNE REG. Berikut sreenshot tracking details dari pengiriman barang tersebut.

Tacking Details JNE

Rincian dari produk tersebut adalah sebagai berikut.

Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria bisa untuk jalan santai sekolah kuliah kerja, salah satu model baru dan trendy untuk anda miliki. Didesain untuk bisa dipakai dalam berbagai acara. Sangat nyaman dan kokoh saat anda pakai sehingga dapat menunjang penampilan dan kepercayaan diri anda. warna biru tersedia ukuran 39-43 dari bahan mesh+suede. Packing Sepatu + BOX

Produk ORIGINAL 100%
Model simple dan elegan trend terbaru
Kualitas bagus harga terjangkau
Nyaman saat dipakai Perawatan mudah
Produk tidak cocok bisa di RETUR
Munadi
Berkunjung ke Jembatan Kota Intan

Pernah melewati kawasan Kota Tua beberapa kali, baru sekarang ini (10/12/2017) saya berkesempatan mengunjungi Jembatan Kota Intan. Mendatangi salah satu bangunan cagar budaya di Jakarta ini memang sudah menjadi rencana saya beberapa hari sebelumnya.

Berangkat dari rumah sekira pukul 09.00 kurang, saya tidak langsung menuju ke sana, melainkan mampir dulu di lapak koran yang ada di Taman Meruya Ilir. Tetapi, tabloid yang saya cari tidak tersedia di situ.

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan. Namun, indikator bahan bakar sudah menunjukkan zona merah yang artinya tangki sepeda motor saya sudah mendekati kosong. Untuk itu, saya mengisi bensin dulu di pom bensin yang terletak di Jalan Kembang Kerep.

Tiba di pom bensin, antrean sepeda motor yang ingin mengisi bahan bakar sudah terlihat memanjang. Saya memutuskan untuk tetap menunggu antrean, meskipun beberapa sepeda motor di depan saya mengurungkan niatnya dan pergi mencari pom bensin di tempat lain.

Saya mengisi bahan bakar jenis Pertalite untuk sepeda motor yang digunakan saat itu dengan nilai Rp 20 ribu. Dengan uang segitu, tangki bahan bakar saya pun menjadi hampir penuh. Saya memberi uang kepada petugas pom bensin dengan nominal Rp 50 ribu dan saya diberi uang kembalian Rp 30 ribu.

Usai mengisi bensin, saya pun melanjutkan perjalanan lewat Jalan Kembang Kerep dan tembus ke Puri Indah. Sambung ke Jalan Kedoya Raya, lalu belok kiri masuk ke Jalan Panjang, kemudian belok kanan masuk ke Jalan Daan Mogot. Sesudah itu, belok kiri masuk ke Jalan Pangeran Tubagus Angke hingga akhirnya tiba di kawasan Kota Tua.

Setelah tiba di kawasan tersebut, saya pun memarkirkan kendaraan di lokasi yang dikhususkan untuk tempat parkir pengunjung wisata Kota Tua yang ada di Taman Intan. Tempat ini dapat diakses dari Jalan Cengkeh. Kemudian, saya berjalan kaki untuk menuju ke Jembatan Kota Intan yang letaknya tidak jauh dari tempat parkir tersebut.

Beberapa saat setelah saya tiba di jembatan tersebut, hujan pun turun dengan intensitas yang ringan. Sembari menunggu hujan reda, saya pun sempat mengobrol dengan seorang petugas di bawah tenda. Setelah hujan berhenti turun dan cuaca kembali cerah, saya pun mulai mengambil gambar dari beberapa titik di lokasi tersebut.