Munadi
Sore ini, smartphone BlackBerry Curve 9320 saya berbunyi pertanda ada SMS yang masuk. Tidak seperti biasanya, saya menerima pesan singkat atau SMS dari 3 Customer Care. Salah satu layanan dari operator telekomunikasi TRI ini memiliki nomor akses 123.

Isi dari pesan singkat tersebut adalah sebagai berikut:
Pelanggan Yth, utk mengetahui lokasi 3store terdekat di kota anda silahkan hubungi 123 lalu tekan menu 2 dan lanjutkan ke menu 3.

Ternyata, menurut informasi yang terdapat di dalam SMS tersebut, cara untuk mengetahui lokasi 3store terdekat di kota kita adalah dengan menghubungi nomor 123. Kemudian dilanjutkan dengan menekan menu 2. Setelah itu, lanjut ke menu 3.

Namun, saya sendiri belum mencoba untuk melakukan hal tersebut di atas. Pasalnya, saya belum ada kepentingan tentang keberadaan lokasi 3store.
Munadi
Hari ini, Jum'at, tanggal 22 Januari 2016, saya teringat lagu Iwan Fals yang berjudul "22 Januari". Saya sering mendengar lagu ini semasa sekolah SMA ketika memutar kaset-kaset Iwan Fals atau mendengar beberapa orang teman menyanyikannya.

Lagu "22 Januari" ini terdapat di dalam album Iwan Fals yang berjudul "Sarjana Muda". Album ini dirilis pada tahun 1981. Di tahun tersebut, saya belum lahir ke dunia.

Dalam lagu ini, Iwan Fals menulis bahwa di tanggal 22 Januari, dia tidak lagi sendiri karena sudah berteman (berpacaran/berkomitmen/saling mencintai) dengan iblis yang baik hati. Yang dimaksud iblis di sini adalah pasangannya. Tapi, aneh ya, kok pasangannya disebut iblis.

Coba perhatikan potongan lirik lagu tersebut berikut ini.

Dua dua Januari tidak sendiri...
Aku berteman iblis yang baik hati...

Nah, untuk lebih lengkapnya, silakan simak lirik lagu "22 Januari" Iwan Fals di bawah ini.

Dua dua Januari
Kita berjanji
Coba saling mengerti
Apa di dalam hati

Dua dua Januari
Tidak sendiri
Aku berteman iblis
Yang baik hati

Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang

Kudekap erat
Kupandang senyummu
Dengan sorot mata yang keduanya buta

Lalu kubisikkan
Sebaris kata-kata putus asa
Sebentar lagi hujan

Dua buku teori
Kaupinjamkan aku
Tebal tidak berdebu
Kubaca selalu

Empat lembar fotomu
Dalam lemari kayu
Kupandang dan kujaga
Sampai kita jemu